skip to content »

litmuseyon.ru

Percakapan sex s ai becek

percakapan sex s ai becek-17

— atau jika tidak, ia harus berhadapan dengan sindiran keras dari gadis kecil bernama Haibara Ai. Dengan cepat ia menggulung lengan kemejanya dan melonggarkan dasi yang melingkari lehernya sebelum mulai memunguti perkakas rumah tangga yang tergeletak di atas lantai. Tetapi didengar bagaimana pun caranya kesepakatan ini terdengar tidak ada untungnya bagiku... Pandangannya tertuju pada lantai yang masih dipenuhi oleh noda saus dan tepung terigu."Haibara, boleh aku bertanya satu hal?

percakapan sex s ai becek-37percakapan sex s ai becek-11percakapan sex s ai becek-79

Berbagai macam warna terlihat memenuhi ruangan itu. "Kucing itu terdiam menatap sosok detektif yang baru saja memaksanya untuk turun. "Baiklah, sesukamu.""Apa kau mempercayai apa yang kulihat? " Seorang pria bertubuh gemuk dengan rambut yang didominasi warna putih berjalan memasuki dapur.Sepasang jejak kaki orang dewasa, beberapa jejak anak-anak yang memiliki ukuran berbeda dan sepasang jejak kaki hewan — Kucing!"Kenapa lantainya kotor seka — "Membuka mulutnya, pemuda itu tercengang ketika kakinya membawa tubuhnya menuju dapur dan menatap kekacuan yang ada di dalam sana."Baguslah, tenaga bantuan untuk bersih-bersih bertambah.""Ada apa ini? Ia mungkin terbiasa melihat rumah Profesor Agasa berantakan dan tidak terawat, namun kondisi ruangan itu lebih pantas disebut bencana daripada berantakan. "Kami melakukan eksperimen kecil dan kemudian kucingmu meloncat ke sana kemari hingga akhirnya ini semua terjadi," jelas pria itu seraya menyerahkan sebuah lap bersih pada Haibara."Mereka melakukannya? Tampak tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh tetangganya itu."Tepatnya, Lupin kesayanganmu yang melakukannya," jawab Haibara dengan nada dingin.Mendongak, kedua mata detektif itu kembali membelalak ketika melihat seekor kucing berwarna putih duduk dengan santai di atas lampu gantung. "Kucing itu menunduk saat, sepertinya, mendengar namanya disebut."Apa yang kau lakukan di atas sana? "Kami sedang mencoba alat baru ciptaan Profesor yang — menurut penuturan Profesor — bisa membuat berbagai macam pasta hanya dengan menggunakan air dan terigu. " desis detektif itu pelan dan mulai mencengkram erat sepasang sumpit yang dipungutnya dari atas lantai."Sepertinya kau semakin akrab dengan pencuri itu," Haibara berujar datar dari tempatnya.Shinichi menghelakan napasnya."Apapun yang terjadi, kau harus berhati-hati, Kudo-kun." Gadis itu menunduk, "Organisasi itu mungkin sudah mendengar tentang kepulanganmu. "Aku tidak peduli apa yang mereka rencanakan dan siapa yang mereka pekerjakan, tetapi satu hal yang aku ingin kau ingat baik-baik; "Haibara menutup matanya cepat saat dilihatnya tangan Shinichi terulur ke arah keningnya dan terlihat ingin menyentil keningnya.

Namun ketika matanya menutup, rasa sakit akibat sentilan sebuah jari tidak ia rasakan di keningnya.

Gadis kecil itu masih terdiam saat dilihatnya Shinichi mengangkat satu alisnya dan terlihat sedang menunggu jawaban darinya."Mereka mengejarmu." Sebuah pertanyaan itu dilantunkan oleh sang ilmuwan, namun semuanya terdengar seperti sebuah pernyataan di telinga Shinichi.

Nada dingin gadis itu pun dengan mudah dijadikan pertanda bahwa pertanyaan yang Shinichi ajukan telah menjadi pemicu munculnya memori lama.

Yang ia rasakan adalah sebuah usapan di atas rambutnya dari sebuah tangan milik pria dewasa; tangan Kudo Shinichi.

Gadis itu mendongak, menatap bingung seorang detektif yang mengusap kepalanya dengan satu tangan dan terlihat tengah menyeringai lebar ke arahnya. ""Bercanda," ujar gadis itu yang kemudian mengangkat kepalanya dan menutup wajah detektif itu dengan selembar koran.

Di malam hilangnya Conan Edogawa, seorang detektif SMA muncul di hadapan Kaito KID untuk menggantikan. Your personality alone light up the room, just one kiss alone makes my heart go boom"~Peter Andre, Mysterious Girl..